WUJUD CINTA BUDAYA PAMEKASAN

Sebagai wujud rasa C I N T A¬†ūüíó¬†terhadap budaya Kab. Pamekasan, Direktur bersama karyawan dan Karyawati RSUD WARU mengenakan PESA’ GOMBHOR/SAKERA’AN dan KEBAYA MARLENA’AN agar semakin¬†mantap¬†bersemangat dan¬†keren¬†dalam melaksanakan tugas.¬†ūüėäūüėĬ†

Dimana Kabupaten Pamekasan lahir dari proses sejarah yang cukup panjang. Nama Pamekasan sendiri baru dikenal  pada sepertiga abad ke 16, ketika Ronggo Sukowati mulai memindahkan pusat pemerintahan dari kraton Labangan Daja ke kraton Mandilaras. Memang belum cukup bukti tertulis yang menyebutkan proses perpindahan pusat pemerintahan sehinga terjadi perubahan nama wilayah ini.

Masa pencerahan sejarah lokal Pamekasan mulai terungkap sekitar paruh kedua abad ke-16, ketika pengaruh Mataram mulai masuk di Madura, terlebih lagi ketika Ronggo Sukowati mulai mereformasi pemerintahan dan pembangunan di Wilayahnya. Bahkan, raja ini disebut-sebut sebagai raja pertama di Pamekasan yang secara terang-terangan mulai mengembangkan Agama Islam di kraton dan rakyatnya. Hal ini diperkuat dengan pembuatan jalan se jimat ,yaitu jalan-jalan di alun-alun kota Pamekasan dan mendirikan masjid Jamik Pamekasan. Namun demikian, sampai saat ini masih belum bisa diketemukan adanya  inskripsi ataupun prasasti pada beberapa situs peninggalannya untuk menentukan kepastian tanggal dan bulan pada saat pertama kali ia memerintah Pamekasan.

Terungkapnya sejarah Pemerintahan di Pamekasan semakin ada titik terang setelah berhasilnya invasi Mataram ke Madura dan merintis pemerintahan lokal di bawah pengawasan Mataram. Hal ini dikisahkan dalam beberapa karya tulis seperti Babad Mataram dan Sejarah Dalem serta telah adanya beberapa penelitian sejarah oleh sarjana Barat yang lebih banyak dikaitkan dengan perkembangan sosial dan agama, khususnya perkembangan Islam di Pulau Jawa dan Madura, seperti Graaf dan TH. Pigland tentang kerajaan Islam pertama di Jawa dan Banda tentang Matahari Terbit dan Bulan Sabit.

Maka dari itu segenap personil RSUD Waru Mulai dari Direktur sampai Cleaning Service turut berpartisipasi penuh terhadap PEKAN BUDAYA MADURA  dan sekaligus mengucapkan

SELAMAT HARI JADI PAMEKASAN KE : 488 

Cinta Budaya Madura..
Bangga menjadi Orang Madura..
Madura adalah kita..
Tampilan Sakera dan Marlena melinium dengan pelayan profesional tulus jujur dan ikhlas (pro tuju ikhlas)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *