PERSIAPAN AKREDITASI RSUD WARU

 

RSUD waru saat ini sedang berbenah dalam menyongsong Akreditasi, karena Rumah Sakit yang tidak terakreditasi/tidak mengikuti standart pelayanan yang ditetapkan  maka risikonya adalah pasien akan meninggalkan rumah sakitnya, karena merasa tidak puas dengan pelayanan yang diberikan. Untuk itulah, pelayanan yang diberikan oleh rumah sakit harus dilakukan sebaik mungkin. Direktur RSUD Waru dr. Hendarto, M.Si sering mengungkapkan bahwa Rumah Sakit Waru harus akreditasi agar dapat tetap bekerjasama dengan BPJS Kesehatan dikarenakan saat ini masyarakat semakin sadar untuk memilih layanan kesehatan yang baik. Beberapa contohnya adalah masyarakat saat ini tidak sungkan lagi untuk mempertanyakan alternatif perawatan yang akan mereka terima sesuai dengan kondisi keuangan mereka saat ini. Mereka juga tidak sungkan lagi untuk berdiskusi dengan dokter mengenai kegunaan dan efek samping obat yang diresepkan dokter kepada mereka. Masyarakat juga mulai kritis mempertanyakan apakah alat kedokteran yang digunakan untuk memeriksa mereka sudah steril atau belum. Bahkan tidak sedikit orang yang ingin melihat proses sterilisasi tersebut. Bila ada pelayanan yang dirasa kurang memuaskan, masyarakat saat ini tidak malas lagi menegur staf medis yang bersangkutan atau mengeluarkan unek-unek mereka melalui kotak saran. Singkatnya masyarakat mau yang terbaik untuk diri mereka sesuai kondisi mereka saat ini kata beliau.

Beberapa upaya yang dilakukan RSUD Waru dalam menghadapi akreditasi di bulan Juni 2019 mendatang diantaranya study banding, menyiapkan kelengkapan seluruh dokumen, mempersiapkan sarana prasana, mengadakan Bimbingan Teknis (Bimtek), Workshop yang bekerjasama dengan SNARS (Standart Nasional Akreditasi Rumah Sakit) dan mengikutsertakan diklat/pelatihan bagi para karyawan terkait kompetensinya. Apa yang diharapkan dari akreditasi adalah peningkatan mutu pelayanan maximal pada pasien karena Rumah Sakitnya telah mendapatkan akreditasi Paripurna misalnya, untuk RSUD Waru akreditasi di 2019 ini menargetkan “ LULUS dengan kategori PARIPURNA (15 POKJA)”/ (MBOH PIYE CARANE) ☺  semoga dengan akreditasi RSUD Waru akan semakin baik, karena kita sudah masuk di era persaingan bebas dimana tenaga medis asing dan rumah sakit asing akan masuk ke Indonesia kalau kita biasa-biasa saja maka posisi kita akan tergeser dan Cuma jadi penonton di negeri kita sendiri, kita harus Luar Biasa atau sedikit keluar dari zona santai ujar Direktur RSUD Waru itu.

Manfaat dari akreditasi adalah akan dirasakan oleh dokter, perawat dan tenaga medis lainnya yang bekerja di rumah sakit yang mendapat akreditasi paripurna. Sebab, setiap tenaga medis telah memiliki standar pelayanan yang paling tidak mendekati  internasional. Mereka pun dapat bersaing dengan para tenaga medis yang berada di negara lainnya. Terlebih, dalam menghadapi era pasar bebas. Kita harus ingat pesan orang tua kita dulu jika kalau nanti sudah lulus, jangan pelit berbagi ke sesama. Karena saingan kita sekarang bukan rumah sakit sebelah, tapi Rumah sakit negara tetangga, Buktikan bahwa kita lebih keren dari mereka. (luxmand) ☻☺

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *