RSUD WARU PAMEKASAN OPTIMIS RAIH AKREDITASI PARIPURNA

Setelah dinyatakan lulus akreditasi dengan predikat Madya (penghargaan bintang tiga) RSUD Waru Pamekasan belum bisa berpuas diri, hal ini di sampaikan oleh Direktur RSUD Waru Kabupaten Pamekasan dr. Hendarto, M.Si. Kita harus memilih dua opsi tawaran dari KARS (Komisi Akreditasi Rumah sakit) yaitu menerima lulus dengan tingkat madya atau siap mengajukan remidial untuk paripurna bagi item yang belum berhasil, harapannya paripurna(bintang lima) / lulus bagus, yang istilah kalau di perkuliahan cum laude. Akhirnya sepakat semua tim bab/pokja akreditasi beserta manajemen RSUD Waru memilih opsi kedua yakni siap remidial dan menjadi paripurna.

Kendala yang di hadapi RSUD Waru saat ini ada pada pemenuhan tenaga Dokter Spesialis Dasar (bedah,anak,penyakit dalam,kandungan dan anastesi) serta perbaikan beberapa bab yang belum mencapai poin 80%, saat ini sedang dipersiapkan untuk segera dilengkapi, jika menargetkan paripurna maka di 16 bab harus mencapai minimal angka 80% poin. Menanggapi hal tersebut Direktur RSUD Waru optimis dapat meraih predikat paripurna karena semua kendala akan secepatnya dipenuhi.

Sementara itu pada hari Rabu tanggal 14 Agustus 2019 sertifikat akreditasi madya telah diserahkan oleh Direktur  pada ketua tim akreditasi RSUD Waru Achmad Suyanto, S.Kep. Ns, MM, yang beberapa hari sebelumnya sertifikat tersebut telah diterima direktur dari KARS di Jakarta.

Menurut Direktur RSUD Waru dr. Hendarto, M.Si, semoga dengan meraih paripurna kedepan rumah sakit ini dapat meningkatkan layanan medis untuk memenuhi keinginan masyarakat Pantura khususnya, baik itu meliputi warga pemilik kartu BPJS maupun dari peserta asuransi termasuk jaminan kesehatan dari perusahaan lainnya, Suka tidak suka, survey remidial akreditasi sudah menjadi kebutuhan, tegas beliau. Ia juga tak lupa memberikan apresiasi kepada seluruh karyawan dan karyawati RSUD Waru atas komitmennya mensupport peningkatan mutu pelayanan dan keselamatan pasien di Pamekasan.

Akreditasi itu kalau dilakukan setiap hari akan menjadi budaya, jika dibudayakan, maka akreditasi itu menjadi mudah dan menyenangkan. Ini menjadi tantangan kita ke depan agar bisa menjadi lebih baik lagi, terangnya. Semoga remidial bulan Desember 2019 mendatang kita bisa  paripurna dan jika paripurna, bukan tidak mungkin kita akan maju ke Internasional ujar Direktur RSUD Waru itu, Lebih lanjut, dr. Hendarto, mengemukakan bahwa sesungguhnya tantangan yang terbesar adalah mempertahankan kualitas pelayanan sesuai standar yang berlaku, di mana rumah sakit setiap tahunnya akan dipersiapkan untuk dilakukan Survei Verifikasi untuk melihat kembali apakah nilainya tetap atau berkurang, misalnya sudah meraih paripurna kita harus bisa  minimal mempertahankannya kalau bisa ditingkatkan dan jangan kasih kendor beliau mengakhiri.(Luxmand)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *